Home » Blog » Budidaya Bawang Merah Dari Biji
Tomat Hillbilly
Habis
Rp 10000

Budidaya Bawang Merah Dari Biji

Thursday, June 4th 2015. Posted in Uncategorized
Bawang Merah

Bawang Merah

 

Beberapa orang berpendapat kalau tanaman bawang merah ini tak berbiji. Hal tersebut salah besar, tanaman bawang merah nyatanya berbiji, & dapat dikembangkan menggunakan bijinya saja tidak menggunakan umbi bawang merah. Tanaman ini memang susah untuk berbiji biarpun sudah berbunga, sebab untuk berbiji, memerlukan suhu ±5oC yang teratur.

Saat ini banyak petani bawang merah yang membudidayakan tanaman bawang merah menggunakan biji. Factor ini disebabkan, budidaya bawang merah asal biji lebih menghemat biaya produksinya dengan panen yang di dapat lebih tinggi. Keuntungan yang diperoleh para petani menjadi lebih tinggi. Budidaya bawang merah dari biji dapat dikembangkan di dataran rendah bahkan pinggiran pantai. Cuma dengajn lahan seluas kurang dari 150 ubin (2.100 m2), diperoleh hasil ±6 ton umbi basah, walaupun baru mula-mula mencobanya.

Memerlukan kiat-kiat pelaksanaan budidaya bawang merah sebagai berikut agar meraih produksi bawang merah yang optimal :

1. Pengolahan Lahan Yang Sempurna

Persiapan lahan meliputi penggemburan tanah dengan mencangkulan hingga kedalaman 30 cm, dibiarkan dulu selama 15 hari agar tanah kering dengan bantuan angin. Tambahkan pupuk kandang matang halus serta tambahkan arang sekam, atau memakai abu sekam. Tambahan pupuk SP-36 secukupnya bisa juga dilakukan. Tidak Hanya itu, butuh ditambahkan Furadan 3G untuk lahan-lahan yang terdapat ulat tanah (Aglotis ipsilon).

2. Penyemaian Berhasil, Awal Langkah Menuju Kesuksesan

Memilih lokasi persemaian yang tanahnya subur dan intensitas cahaya matahari sempurna. Penyemaian biji bawang merah terlebih dahulu membuat lajur-lajur memotong panjang guludan dengan jarak 10 centi meter setiap lajurnya. Benih ditabur dengan cara merata di lajur dengan kedelaman 1 senti meter, tutup bersama arang sekam atau pupuk kandang matang halus. Tutup guludan semaian menggunakan jerami, seterusnya melaksanakan penyiraman dengan cara teratur tiap-tiap hari. Sesudah disemai sewaktu 4 – 5 hari, benih mulai tumbuh. Jerami bisa dipindahkan dari guludan, tapi bibit muda tetap butuh dinaungi agar tak terkena sinar matahari penuh. Sesudah bibit berusia 20 – 25 hari, tak dipakai lagi. Bibit sudah lumayan kuat unutk terkena sinar matahari penuh. usia 40 – 45 hari bibit sudah dapat kita pindahkan di lahan yang sudah tersedia. Penanaman dilakukan dengan jarak tanam (5 – 10) x (5 – 10) centi meter. Disaat melaksanakan penanaman, sebaiknya lahan digenangi air, agar bibit tidak mati dan mudah tumbuh.

3. Pemupukan Selanjutnya Setelah Tanam

Pemupukan selanjutnya setelah bawang merah ditanam meliputi pupuk akar dan pupuk daun. Pupuk akar diberikan secara deretan, dibenamkan di tanah pada kedalaman 10 cm sebanyak 2 kali. Pemupukan pertama dilakukan umur 10 hari setelah tanam menggunakan pupuk NPK 15-15-15 & pupuk urea. Pemupukan kedua dilakukan umur 30 hari setelah tanam menggunakan pupuk NPK 15-15-15 saja. Pupuk daun kandungan Nitrogen sanat tinggi sebaiknya diberikan kalau sudah berumur 14 hari setelah tanam dengan konsentrasi 2 gr/liter, sedangkan pupuk daun kandungan Phospat serta kalium tinggi diberikan pada umur 30 hari setelah tanam dan 45 hari setelah tanam.

4. Pengendalikan Gulma Semenjak Dini

Pemupukan yang intensif dapat mendatangkan resiko negatif, dengan munculnya gulma dalam jumlah yang tidak sedikit. Pengendalian gulma sebaiknya dilakukan semenjak dini. Melakukan pencabutan kepada gulma-gulma yag baru tumbuh disekitar tanaman, apabila ingin menggunakan herbisida sebaiknya menunggu sampai tanaman sudah berumur beberapa minggu.

5. Pengendalian Hama & Penyakit SecepatnyaProduksi bawang merah lebih sering terganjal oleh munculnya hama &penyakit. Munculnya organisme pengganggu tanaman ini amat sering menghambat pertumbuhan, produksi, bahkan mematikan tanaman bawang merah. Hama & penyakit yang tidak jarang menyerang tanaman bawang merah, antara lain:

. ulat grayak (Spodoptera exigua & S. litura)

Larva ulat bawang yang menyerang tanaman bawang merah dengan cara membuat lubang di bagian ujung daun, kemudian masuk ke dalam daun & memakan daun bagian dalam anehnya epidermis bagian luar tetap dibiarkan, mengakibatkan daun tersebut tampak bercak-bercak berwarna putih, jika diterawang tembus cahaya. Jika terjadi gejala seperti itu cepat potong daun & amati apakah ada ulat grayak ada di dalamnya. Penyemprotan bersama insektisida seperti Biothion atau Crumble, mampu mengendalikan ulat grayak.

. penyakit bercak ungu (Alternaria porri), & penyakit bercak putih (Phytophtora porri)

Penyakit bercak ungu & bercak putih akan menyebabkan kerusakan & kematian dengan cepat. Pengendalian penyakit dengan menggunakan fungisida yang berbahan aktif Mancozeb, contohnya Dithane M-45, Delsene, Manzate, &sebagainya. Tanaman yang telah terserang serius, sebaiknya serentak dicabut & langsung dimusnahkan.

6. Memanen Bawang Merah

Tanaman bawang merah akan dipanen kalau sudah berusia 60-70 hari setelah tanam di dataran rendah, 80-100 hari setelah tanam di dataran tinggi. Tanaman bawang merah siap panen ditandai dengan :
. Pangkal daun bila dipegan telah lemah.
. 70-80% daun berwarna kuning.
. Daun sektor atas mulai sejak rebah.
. Umbi bawang merah tampak tersembul di atas permukaan tanah
. Telah berlangsung pembentukan pigmen merah & timbulnya bau bawang merah yang khas

Memanen Bawang Merah

Memanen Bawang Merah

Panen sebaiknya dilakukan dalam kondisi kering & cuaca cerah. Buat menghindari umbi tertinggal dalam tanah, 1-2 hari sebelum panen dilakukan penyiraman terlebih dahulu. Panen dilakukan dengan mencabut semua tanaman dengan cara berhati-hati, selanjutnya tiap-tiap satu genggam diikat bersama 1/3 daun sektor atas. Pengikatan bertujuan untuk memudahkan penanganan berikutnya.

Rp 10000